Feeds:
Posts
Comments

Wilayah Desa Kodasari umumnya bertopografi datar dengan ketinggian 25 m dpl. Jenis tanah yang berada di desa Kodasari bervariasi diantaranya adalah asosiasi podsolik kuning dan hidromorf kelabu, alluvial kelabu dan clay rendah dengan pH tanah 5,5 dan kedalaman olah tanah 30-40 cm. Mengacu kepada deskripsi tersebut maka wilayah Desa Kodasari termasuk ke dalam flat lowland area dan sangat cocok untuk lahan pertanian padi. Continue Reading »

Undang-undang No.6 tahun 2014 tentang Desa pasal 31 ayat 1 mengamanatkan bahwa Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten/Kota. Selanjutnya Peraturan Pemerintah no 43 tahun 2014 menjabarkan lebih lanjut peraturan pelaksanaan Undang-undang No.6 tahun 2014 tentang Desa. Bagi kabupaten Majalengka sendiri tata cara pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak diatur dalam Peraturan Bupati Majalengka Nomor 5 tahun 2015 tentang Pedoman Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa di Kab. Majalengka. Continue Reading »

20160804_090936Peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa memberdayakan ekonomi masyarakat adalah suatu keniscayaan. Masyarakat perlu diberikan suatu keahlian (skill) yang dapat berguna sebagai mata pencaharian tamabahan disamping keahlian bidang agraris yang sudah dimiliki secara turun temurun. Peningkatan keahlian ini dapat diperoleh dengan berbagai cara baik mencari ilmu secara otodidak (ngulik), melalui pendidikan formal, maupun mengikuti pelatihan/pemagangan yang dilaksanakan oleh lembaga swasta berbayar maupun bantuan lembaga pemerintah.   Continue Reading »

20160917_163819Seperti sudah diperkirakan sebelumnya Blok Saptu (Sabtu) berhasil mempertahankan gelar juara pertandingan kasti antar blok. Pertandingan ini digelar dalam rangka pekan olah raga antar blok (PorBlok) memperingati hari lahir Desa Kodasari yang jatuh pada tanggal 19 September setiap tahunnya. Dalam pertandingan final yang digelar hari Sabtu (17 September 2016), Blok Saptu mempecundangi Blok Senen dengan skor telak 25-8 dalam dua babak pertandingan. Continue Reading »

hajatan kodasariMAJALENGKA,(PRLM).- Adat atau tradisi lokal yang menjadi ciri budaya dari sebuah daerah selalu saja menyajikan hal-hal yang selalu menarik dan unik dan tak jarang sulit dipahami logika, salah satu contohnya adalah adat kendurian di beberapa daerah yang membawa ciri masing-masing. (Ciri sabumi cara sadesa).

Di Desa Kodasari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka misalnya, ada suatu kebiasaan di desa ini, satu kegiatan hajatan bisa diselenggarakan oleh dua atau hingga tiga orang, yakni ibunya, nenek kakeknya serta cucunya. Misalnya saja kalau menyunati cucu maka yang hajat bisa kedua orang tuanya sekaligus nenek serta kakeknya, atau bila menikahkan maka yag hajat bisa kedua orang tuanya, nenek kakeknya serta kedua mempelai tapi hajatannya berbarengan sekaligus di tempat tersebut. Continue Reading »

1803bijb_ditanamiKelompok tani didefinisikan sebagai kumpulan petani yang terdiri atas petani dewasa, pria dan wanita, tua dan muda yang terikat secara informal dalam suatu wilayah kelompok atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta berada di lingkungan pengaruh dan dipimpin seorang kontak tani (Mardikanto, 1996). Menurut sejarahnya, kelompok tani muncul pertama kali pada tahun 1922 di Negara bagian California, Amerika Serikat ketika dua orang petani John C Tyler dan Thomas E. Leavey berfikir bahwa petani berhak mempunyai akses terhadap asuransi dari perusahan asuransi dan koperasi. Sejak itu Tyler dan Leavy bergabung untuk mendirikan perusahaan bagi petani, peternak dan masyarakat lain. Ide awal mereka berserikat adalah untuk mempermudah akses petani terhadap asuransi, pinjaman, keringanan harga sarana produksi (Wikipedia, 2011). Continue Reading »

LIGUNG – Pemerintah desa (Pemdes) Kodasari Kecamatan Ligung meminta PT Pertamina segera membayar dana talangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp1.048.344 kepada Pemdes.

pemdes kodasari majalengka
Pemdes Kodasari menunjukan SPPT atas nama Pertamina. Foto: Herik Diana/Rakyat Cirebon

Kepala Desa Kodasari, Sugianto mengatakan, selama ini asset Pertamina yang berada di sebelah selatan balai desa PBB-nya setiap tahunnya selalu ditanggung pihak Pemdes. Sementara Pertamina sendiri sangat sulit untuk diajak koordinasi dengan Pemdes. Continue Reading »